^_^

title

terima kasih sudah berkunjung ke blog yang sederhana ini,jika ingin mengcopi catatan silahkan untuk selalu menyebutkan sumbernya.semoga kita selalu dalam jalan yang haq ini.ditunnggu kembali kunjungannya.syukron jazakallahhu khayron.

Senin, 09 April 2012

Dan Untukmu,kuracik bumbu dalam makna



Wahai wanita..
Akan kami bahas seluruhnya tentang keindahanmu di sini..
Dan bagaimana sejatinya engkau berhak meracik hidupmu yang sewajarnya
Tidakkkah engkau tahu wahai saudariku..
Kitalah yang umpamanya menjadi bahasan menarik dalam tangan sastrawan muda Duh..masya ALLAH..
kitalah yang tergambarkan sebagai sosok bidadari bermata jeli
Tahukah kau bidadari mata jeli itu?
Ialah wanita yang menitikkan air mata demi cintanya kepada ILAHI
Ialah yang meneteskan benih-benih rindu pada Rasulullah dan sahabat terdahulu
Dan ialah yang kesejatiannya pada suami telah memekarkan kecemburuan bidadari di surga
Ada beberapa bagian darimu yang sangat menarik untuk di bahas
Ada banyak sisi keemosionalan hatimu yang akan merubah haluan hati sang penulis

Dari jauh sudah ku lirik tentang dirimu
Ia yang bertahtakan emas dalam hatinya
Ia yang menyebarkan wewangian surga di setiap senyumnya
Aduhai..masya ALLAH tak ada bahasan yang paling terindah bagi seorang sastrawan muda selain membahas aura dirimu
Wahai wanita..
Kembali akan kutenun komposisi kata ini
Dan akan ku mulai ajak estetika tulisan ini mengalir
Wahai wanita adakah ia kelembutanmu bertengger mesra di antara langit-langit sehingga bidadari surga yang sangat cantik jelita benar-benar cemburu dengan dirimu?
Tangan kami bergetar..Hati kami,mata kami ikut pula berdecak..
Bukan berdecak kagum namun berdecak akan hebatnya wanita menuai sebuah fitnah
Bahkan tulang-tulang otot kami mulai melemas
Ketika Rasulullah menggambarkan betapa banyaknya wanita yang akan berada dalam Neraka

Diperlihatkan kepadaku neraka kebanyakan penghuninya kaum wanita karena kekufuran mereka. Para sahabat bertanya, "Apakah mereka kufur kepada Allah?" Nabi Saw menjawab, "Mereka mengkufuri pergaulan dan kebajikan (kebaikan). Apabila kamu berbuat ihsan kepada seorang dari mereka sepanjang umur lalu dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkannya dia akan berkata, "Kamu belum pernah berbuat baik kepadaku." (HR. Bukhari)

Dalam sisi lain pun sebuah hadist menerangkan betapa lemahnya hati wanita yang akan menenggelamkannya pada jurang kemaksiatan:

Wahai kaum wanita, aku tidak melihat dari suatu kaum (orang-orang) yang lemah akal (pemikiran) dan lemah agama lebih menghilangkan hati orang-orang yang sehat akal dan benaknya dari pada kamu (kaum wanita). Aku telah menyaksikan neraka yang penghuninya paling banyak kaum wanita. Maka dekatkanlah dirimu kepada Allah sedapat mungkin. (HR. Bukhari)
Duh..masya ALLAH..kami pun kembali mulai bergetar ketika melukiskan betapa takutnya Rasulullah Shalallahhu alaihi wassalam ketika menatap,mengajakmu berbincang :

Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada godaan wanita. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan untukmu wanita,kami harap bunga-bunga shalihah akan selalu melekat pada hatimu.Dan untukmu lelaki, tahanlah pandanganmu terhadap indahnya wanita agar nafsu yang ada dapat terkendali sedemikian rupa.


katabahu al fakir ilalllah

^Azza Wa Jalla^

(Nabila)

Rabu, 28 Maret 2012

Sihir Kami dengan Pesona Kata-katamu (Teruntuk Sepasang Merpati)

Kami biarkan tinta menjelmakan diri menjadi suara hati bidadari bumi. Semoga engkau pun tersihir..

***

Kuracik kata-kataku ini teruntuk kalian sebagai seorang suami yang mendambakan sejuknya surga di beranda rumah. Begitu pula untuk kalian sebagai laki-laki yang sedang menyiapkan atau akan menuju jenjang pernikahan. Atau bahkan teruntuk kalian yang telah lama mengayuh biduk rumah tangga dan ingin kembali membangun puing-puing cinta yang sempat terkoyak. Semoga Allah ‘azza wajalla memudahkan segala urusan kita.


>>Inilah Kami dalam Surga Minimu

Engkau pasti tau bahwa kami adalah wanita yang selalu bertugas mengurus rumah tangga, menyiapkan makanan, mencuci piring dan pakaian dan seabrek kegiatan lainnya. Kami adalah perhiasan dunia bagimu dan sebaik-baik perhiasan itu adalah kami yang berusaha menjadi sholehah lalu istiqomah diatas agama ini.

Kami pula adalah ibu bagi anak-anakmu. Kami berusaha menjadi sekolah sehingga mampu mendidik mereka menjadi punggawa-punggawa bermanhaj nubuwwah yang akan menyebarkan agama Allah. Kami laksana samudera kasih sayang yang tiada bertepi sehingga mereka menjadi tangguh menyusuri terjalnya kehidupan..


>>Ijinkan kami Sedikit Mengeluh

Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam didatangi para wanita guna mengeluhkan sikap suami mereka yang suka memukul. Mendengar hal itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam langsung berdiri dan mengatakan, ”aku telah didatangi istri-istri yang mengeluhkan perangai suami mereka yang suka memukul. Aku ingatkan (para suami), jangan sembarangan memukul istri kalian…”. (HR. Abu Dawud).

Wahai para suami, lihatlah para shahabiyah mengeluhkan suami mereka. Mengeluh yang bersifat konstruktif yaitu dengan niat memperbaiki dan membina namun bukan mengeluh dengan kata-kata cacian apalagi penuh kepasrahan. Sebab itu maka melalui tutur ini, ijinkan kami mengeluh dengan penuh cinta..


>>Sihir Kami dengan Pesona Kata-katamu

Ketahuilah bahwa setiap wanita dari segala tingkatan umur sangat membutuhkan ungkapan lembut yang dapat menyentuh gejolak emosinya dan tabiat kewanitaannya. Kami juga membutuhkan sebuah pengakuan perasaan bahwa diri kami memiliki nilai dalam kehidupanmu, memiliki tempat khusus di hati dan perasaanmu sebagai suami.

Karena itu sihirlah kami dengan kata-kata cintamu. Ungkapkanlah dengan penuh senyum tulus. Janganlah engkau pendam perasaan itu. Jadilah engkau suami yang romantis yang mampu membuat kami berkhayal menjadi permaisuri raja di permukaan bumi.

Cobalah engkau pandang mata kami, diamlah beberapa detik sambil tetap menatap hitam bolanya.. lalu ungkapkanlah:


“aku mencintaimu duhai istriku.”

“aku begitu bahagia kala Allah menjadikanmu sebagai belahan jiwaku”.

“engkau begitu istimewa bagiku”

“aku rindu dengan masakanmu”

“sayang, kenapa engkau mampu membuatku terpikat?”


selanjutnya engkau akan meilhat kami begitu berbeda. Tatapan kami akan tertahan untuk waktu yang lebih lama dari biasanya. Ada semacam keengganan untuk memalingkannya. Biasanya diikuti dengan mata yang berbinar dan pupilnya membesar. Alisnya sedikit terangkat. Kami akan tersenyum namun terkadang disertai dengan malu-malu. Lebih jelasnya terjadi perubahan otot-otot disekitar bibir lalu sedikit terbuka.


Atau tulislah ungkapan tersebut pada secarik kertas, lalu taruhlah di atas meja makan, diatas bantal atau ditempat lain. Apalagi menyertakan bunga..
 


Duhai suami

Cobalah engkau saksikan mereka yang pacaran namun sudah mampu menjadi pujangga bagi wanita yang tak sah menjadi pasangannya. Mereka mampu membius para gadis dengan ungkapan gombal yang dibumbuhi omong kosong belaka.

Namun engkau??? Engkau lebih berhak dari mereka karena engkau adalah pasangan kami di dunia dan akherat yang dirajut diatas untaian tali pernikahan yang sah.

Tahukah engkau bahwa kami akan merasa bahagia ketika mendengar ungkapan cinta yang dapat menggetarkan relung jiwa meski usia kami telah lanjut dan pernikahan telah lama terajut??? Kata-kata yang menyentuh gejolak hati akan dapat mewujudkan kebahagiaan rumah tangga sepasang merpati. Sebagian rumah tangga yang sepi dari ungkapan tersebut akan dilanda kehancuran dan menjadikan istana rumah tangga berada di tepi jurang kehancuran jikalau kami tidak memiliki agama atau memiliki agama yang tidak kuat…

Baiklah, kami tunggu ungkapan itu….


*****

Sumber tulisan :

1. Nikah Tanpa Masalah.. oleh Dr. Samihah Mahmud Gharib
2. Membaca Pikiran Lewat Bahasa Tubuh. Oleh Diana Eka Putra
3. Tulisanku yang berjudul "Syahdunya Jiwa Kala Berburu Ilmu di Taman Surga"

Diaptasi dari naskah buku kami yang berjudul "Dan Bermekarlah Kuncup-kuncup Bunga Keimanan"

Yani Fachriansyah Muhammad As-samawiy
(Fachrian Almer Akira)

Mataram, di penghujung Maret 2009. Beberapa menit sebelum adzan dZuhur

Sejenak Wisata Pena

Kehadiran adalah hadiah bagi sang perindu. Begitu pula dengan hati. Ia akan rindu dengan Rabb-Nya. obatilah ia dengan kehadiranmu di majelis ilmu..

***


Lebah madu tak bersarang di sembarangan pohon.Akan terpilih pohon tinggi dan besih agra madunya berkualitas dan terjamah oleh perjuangan siapapun yang ingin nikmati manisnya. .


Wahai kaum hawa,.
martabatmu amat tinggi. Lahirkanlah generasi tangguh. Harapku, orang-orang shalihlah yang akan merengkuhmu di jalan ìlmu.


***


Dalam lembaran-lembaran yg kubaca, kutemui bahwa para pemenang dalam segala lini kehidupan adalah orang-orang yang sabar dalam menikmati proses perjuangan mereka walaupun ujian datang bertubi-tubi. .
Bahkan, malaikat maut lebih duluan bertandang sebelum datang kemenangan yang dirindu..

Engkau??
Cuci kaki lalu tidurlah. .


***


Perlawanan sengit antara keimanan dan fitnah syubhat wa syahwat akan tetap berlangsung untuk merebut kekuasaan dalam dinasti hati..Menjadi pemenang atau pecundang??

Kelak, para pemenang akan memprolamirkn nilai perjuangannya di negeri penuh cinta nan abadi..


***


Begitu banyak cara bagi syaitan untuk menyurutkan gelombang keimanan.. Pelan terasa namun pesona ketakwaan yang terpolesi ilmu syar'i akan berkecamuk dahsyat untuk kembali menyemburkn gelora keimanan..


***


Aku melihat tinta para penulis membanjiri lembaran-lembaran untuk mendeskripsikan wanita. Kuakui memang mengagumkan..
Wahai kaumku, muliakanlah mereka karena rahimnya adalah pintu kehidupan.


***

kerap kali kita menemukan sisi gelap dalam melakoni episode kehidupan..tak perlu mengeluh.. kubisikkan padamu dari kejauhan kotaku bahwa engkau terlahir untuk pelitakan sekitarmu agar terkikis gelap itu..


___________
NB: Berikut adalah untaian kata dari status seseorang yang ana copas di blog ini dengan maksud untuk menampung beberapa susunan kata yang bermanfaat bagi kita semua.Insya ALLAH..
 

Kamis, 22 Maret 2012

Esok,,engkaulah Ratu itu!^^(Seuntai kalimat untuk seorang kakak)

Bismillah.. 


Kami lantunkan seluruh gelora jiwa yang ada.Mendengar kabar itu,hati kami mulai terfokuskan pada sebuah hal.Ini sepucuk surat untukmu,yang bertandang sejak lama di hati kami ketika menantikan hari ini.Ini kak,sebuah bingkisan mesra untukmu berlabel "Tulislah Cinta di Sudut hatinya"Bukalah kak..Kami menulisnya dengan tinta yang terisi dengan bunga-bunga cinta..Insya ALLAH..tak kau temukan suapan kata sia-sia.Karena bungkusnya pun kami balut dengan dasar kecintaan pada-NYA..

Kaefa haluki?
Meronakah pipimu kini wahai kakakku?
Subhanallah..Esok,kau telah menjadi Ratu yg halal di hatinya.
Sudahkah kau pikirkan itu kakakku?
Sudahkah kau siapkan segerombolan kata2 cinta padanya?
Seperti dahulu kau berikan kami beberapa bait cintamu pada hati ini.
Wahai kakakku,Bisakah kami lihat wajahmu yg merona itu lagi?
Ingin kami intip ia..Barangkali kiranya ia telah memancarkan senyuman manja.

Duh..
Esok..Kurang lebih dalam rentang waktu 23 jam 7 menit waktu Madinah,
Kau sudah siap dengan gaun indahmu.
Duh..masya ALLAH..
hari itu bidadari tersipu malu di balik cadarnya.Duh..mata kami berkaca-kaca ingin segera melihatmu.
Namun,apa daya maafkan kami karena tak datang melihatmu.
Namun,,Izinkan kami untuk meminta souvenirmu,kakak^^
Souvenirnya indah dan kami menatapnya seperti menatap kebahagiaan di hatimu.
Kiranya souvenir itu bisa menjadi tanda untuk menutup kesedihan di hati kami,karena tak dapat bersua denganmu.
Duh masya ALLAH..
Kakakku,rasanya tak mampu terbendung lagi air mata ini.
Subhanallah..
Esok..Engkau telah menjadi permaisurinya.Esok...Tak ada lagi panggilan "Akhy" padanya.
Yang ada hanya cuplikan panggilan mesra padanya.
Ingin menyapa seperti apa pada beliau kak?Atau biarkan kami yang menyuguhkan kata-katanya
"Hai Abi" (nah,apakah panggilan seperti ini?)
Atau berawal dari pendahuluan "Hai kekasihku" (aduhai,masya ALLAH)^^
atau..atau..Kau ingin menyuguhkannya sendiri wahai kakakku?Silahkan..^^
Atau dengan bahasa Arab engkau akan memandikan sederetan kalimat itu?
Aduh..masya ALLAH..
jikalau itu kami akan belajar padamu nantinya.

Duh..Aduhai..
Hati kami pun ikut berbunga-bunga.
Duh masya ALLAH..kiranya kami pun ingin mengintip kamar sang pengantin.
Apakah desainnya dengan warna kesukaanmu?Apakah tirainya berwarna merah maroon?putih?atau hijau?
Duh..duh..Bergetar hati kami membayangkannya..^^Senyum manis indah sungguh menandakan hati kami yang telah terkesima.
Wahai kakakku,Kami harap sebelum hari esok tiba,Engkau akan menyempatkan waktu luang untuk sekedar menerima telpon dari kami.
Duh..Indonesia V Madinah Ahh..tak apa kiranya jika bayarannya akan mahal
Kami telah menabung,untuk membeli pulsa agar bisa menelponmu malam ini^^
Bukankah kau selalu menelpon kami dengan bayaran operator yang cukup mahal?
Walau sejenak akan nikmat hati kami untuk mendengarkan suara wanita yang sedang di hampiri kebahagiaan.
Duh masya ALLAH..
Kini kami tahu rupa-rupa wajah merona di balik cadar itu.
Duh masya ALLAH..Kini kami tahu rasa-rasa di tepian hati ini.
Kami bahagia..
Melihatmu tersenyum..
Seperti waktu dahulu warna-warna merah itu tersungging di wajahmu.
Note :*Kabarkan kami jika cabang bayi nantinya telah mengisi hari-harimu,kakak..^^
*Ini untuk kakak ana yang akan melangsungkan pernikahan di Madinah Al-munawwarah : EMBUN SYAFILA^^Jumat,23 maret 2012 Pkl. 09.00 WIT

Jumat, 16 Maret 2012

Ungkapan hati seorang kakak:"Adik Remajaku"

Memoriku membuncah saat itu
Entah karena ilalang yg sedang bergoyang di tiup angin
atau hati yang senantiasa di siram embun pagimu
"hanya ilustrasi dari sepucuk surat"


Wahai adikku,
ku tuliskan sepucuk puisi cinta untukmu
Yang selalu tersenyum dalam tangisku,tangismu dan tangis dunia

Hai kebanggaan ku..
Bisakah kau sejenak duduk di dekatku?
Aku ingin kau mendengar tentang deskripsi suci hadirnya senyummu
dan betapa bahagia aku pernah memilikimu
bahkan telah di takdirkanNya menjadi kakakmu

Adikku yg tercinta
mari dengarkan suara dari keikhlasan hati ini
Ingatkah kau tentang malam-malam yg pekat yg telah kita tapaki dahulu?
Yang kita isi dengan canda, dengan cita, dengan mimpi, dengan harapan dan rencana.
Aku terkesima memilikimu
Sungguh terkesima

Abang...
Ku harap kau jangan berlalu dahulu
Karena jari ku belum terhenti menguntai kata
Tahukah kau wahai permata hatiku?
Dan masih ingatkah kau?
Tentang cerita lalu yang berujung canda
Tentang cerita lalu yang berujung tangis
Dan tentang cerita lalu yang berujung kekesalan

Dan untukmu, Maafkan aku,
Kakakmu yang belum bisa membahagiakanmu
Yang belum bisa berbaik hati padamu lebih dari yang ku inginkan
Namun tahukah kau wahai adekku?
Dari hati yang terdalam
Aku sungguh mencintaimu
Aku pun bangga pernah memilkimu..
Dan untukmu,
Untuk yang jiwanya masih menempuh jalur putih
Untuk dirimu yang tercinta dan terkasih
Untuk sang embun yang selalu membasahi hati
Adikku,
Ku harap kiranya dirimu tak ungkit kekesalan yg kulakukan padamu
Aku hanya tak ingin Kau menjadi sebuah hal yang tak ingin aku bayangkan
Yang tak ingin aku impikan
Adikku,
"klise cinta seorang kakak"
Sekiranya aku marah padamu
Itu pun karena bentuk cintaku dan kasih sayangku
Maka  Ku harap engkau memaafkanmu


 Adikku,
Ternyata waktu begitu cepat bergulir
Canda pun mulai perlahan terhenti
Dan biarkan aku melukiskan senyum, tangis dan memori ini dalam derai air mata
Adikku,
Tidakkkah kau ingin mengucapkan selamat tinggal padaku?
Apakah senyumanmu sebelum itu adalah tanda perpisahan yang terakhir?
Apakah binar mata mu saat itu adalah sebuah tanda?
Apakah ucapan terima kasih mu saat itu adalah ungkapan cinta?

Padahal ingin ku ajak kau lebih mengenal dunia
Lebih mengenal esensi jati diri seorang khalifah sejati
Ingin ku lihatkan mahligai hati dari para pendahulu
Namun,cukup..
Karena ku tau  Rabb..mengambil mu dari sisiku
Sebagai tanda cintanya pada diriku,dirimu,dan keluarga kita..

Sungguh Aku ikhlas.
Sungguh Kami ikhlas melepasmu.
Pasti Kau telah berjumpa dengan Allah.
Pasti Kau telah menjabat tangan Rasulullah.
Sampaikan salam ku pada beliau.
Aku pun ingin berada di dekat beliau.

Semoga rumah tak sepi
Walau kakak tak lagi menemukan senyum mu saat kembali nanti
Walau kakak tak akan lagi mendengar komentar mu di setiap cerita
Walau kakak tak akan ditemani body guard kurus seperti mu lagi kini
Walau kakak tak akan di sibukkan lagi dengan mimpi dan inginmu
Walau kakak tak dapat pesanan Seri Conan, Sherlock Holmes, dan Poirot lagi
Walau kakak tak akan bertemu belahan hati seperti mu lagi

Terima kasih untuk  selalu menyukai apa yang kakak sukai
Terima kasih untuk selalu mendengarkan apa yang kakak bicarakan
Terima kasih untuk selalu menyetujui apa yang kakak yakini
Terima kasih untuk selalu menemani kemana kakak pergi
Terima kasih telah menjadi sosok yang kakak banggakan


Bahagialah Bang...
Kakak tak marah, walau kau tak berpamitan.
Kakak tak marah, walau kau tak menepati janji untuk sembuh.
Kakak tak marah,, sungguh...

**selamat jalan wahai khalifah hati..
**Selamat jalan wahai permadani mata..
wahai adikku..kau akan selalu ada di hati ini*

Penulis       : Aalaa' Al-Azhaar
Penyunting dan Penyelaras Bahasa : Wulan Darmawan ^^

Note: Kisah seorang adik yg meninggalkan senyuman indah di hati kakaknya.Di karenakan mengalami kelainan jantung sejak kecil.Semoga Almarhum di terima di sisi-NYA.
Amin ya rabbal alamin..




Rabu, 21 Desember 2011

Dalam tulisan ini,kuselipkan seberkas cinta

Bismillah..
Dari tangan-tangan hampa dan berisi kami tawarkan sejuta senyum 
Tanpa membuat sakit atau pun rasa gundah untuk para penyanggah dunia
Kalimat ini sederhana,tak banyak "suapan sia-sia" 
Dalam pembuka atau pun sekedar penutup

Banyak Sahabat tercinta,
Yang mencoba melukiskan derajat senyuman mereka
Namun,tak ada maksud yang terselip kecuali hanya untuk membuka 
Dan membiarkan jendela-jendela hati ikut menyimak dan merenungi sejenak

Banyak sahabat-sahabat dari kami
Yang berkata untuk kalian kebaikan
Hanya untuk memberikan maksud yang tepat dalam meniti hidup ini
Lantas..
Takkah terketuk sedikit pencerahan yang sebenarnya tak aneh?
lantas..
Takkah anda mencoba untuk membuka sedikit saja perhatian yang penuh pada apa yang di sampaikan?
Ikhwah fillah yang semoga selalu di ridhoi oleh Allah Subhanahu wata'ala
Kami sampaikan bahwa mereka begitu gigih dalam berdakwah
Tak hanya di medan pertempuran
Di jejaring sosial pun masih banyak kata-kata manis yang seharusnya hendak kita telusuri


Baiklah..sejenak anda akan berpikir
Apa alasan kami menulis hal ini?
Tak lain..dan tak ada maksud apapun kecuali hanya untuk menyampaikan apa yang seharusnya anda ketahui
Saudariku nan indah
Mari dengarkan beberapa petuah yang telah di sampaikan oleh insan yang tengah berdakwah
Kalimat mereka begitu manis nan indah,tak ada maksud lain agar anda dapat nyaman dan tak jemu menyimak
Saudariku...
Lantas apakah karena dakwah mereka merasamenyinggung anda maka kita pun seketika itu berbondong-bondong membencinya?Dan meremove dari pertemanan?
Oh tidak..tidak..
Rasulullah pun tidak pernah memberikan contoh seperti itu
Lantas apakah ketika mereka memberikan fakta yang jelas dan mengeluarkan hadist dari ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah yang mulia anda pun mulai mengomentarinya dan menganggapnya terlalu banyak mencampuri urusan anda?
Masya ALLAH..oh tidak..tidak..
Sungguh tak ada maksud seperti itu yang akan di utarakan oleh insan yang tengah berdakwah.
Sungguh tak ada maksud jua pun untuk menyinggung atau pun menggurui anda atau pun malah memberikan pernyataan bahwa merekalah yang paling terbaik..
Oh masya ALLAH tidak..tak ada satu pun yang bermaksud seperti itu

Anda mungkin akan berkata sejenak
Bahwa mereka sok suci dan bersih padahal mereka pun pernah berbuat dosa?
Subhanallah..anda benar jika mengatakan bahwa sahabat-sahabat kami atau pun diri kami pernah berbuat dosa karena setiap insan tak luput dari sebuah noda.
Namun masya ALLAH anda sungguh salah jika memberikan label pada sahabat kami seperti itu.
Ikhwah fillah.. :)
Sungguh jauhilah buruk sangka antara sesama manusia
Bukankah jika anda di pihak mereka kini,anda pun tak ingin di berlakukan secraa demikian?
:) Maka berlakulah sewajarnya dalam menerima..
Anda menerima itu hak anda
Anda ingin menyimak pun itu hak anda pula
Dan jika anda ingin menanggapi itu pula hak anda namun tetap berpikir jernih dalam bertindak
Saudariku..
Namun ingatlah bahwa dunia tak selamanya menawarkan kenikmatan
Karena harus sering kita ingat dan sadari bahwa disini..
Di tempat kita berpijak ini masih ada kenikmatan yang tiada taranya 
Yang bisa kita singgahi untuk selama-lamanya.

Semoga antum dan ana jua pun dapat menggenggam kenikmatan tersebut.Allahumma Aamiin.

Jazahumullahhu khair Al jaza' wa zadahum min fadlihi warohmatihi...:))
katabahu al faqir ilalloh azza wa jalla

Aalaa'